Senin, 01 Desember 2025

What’s Inside Himajemen UGJ 

Hayo… siapa yang kepo sama Himajemen UGJ? Yuk kepoin bareng!


HIMAJEMEN UGJ 

        Himpunan Mahasiswa Prodi Manajemen didirikan pada tanggal 12 Mei 1968 yang berfungsi Sebagai wadah bagi mahasiswa manajemen yang ingin berorganisasi serta Menampung, menimbang, menyalurkan, dan melaksanakan aspirasi Mahasiswa Prodi Manajemen,  selain itupun himajemen Mewadahi dan membuat kegiatan yang berhubungan dengan kegiatan akademik maupun non-akademik di tingkat Prodi Manajemen sekaligus Menjadi fasilitator dalam pengembangan SDM dan informasi yang diperlukan Mahasiswa Prodi Manajemen dan tentunya himajemen memiliki tujuan untuk untuk membentuk insan akademis yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, bersinergi, profesional dan menjunjung tinggi rasa kekeluargaan, serta mengacu pada Tri Dharma Perguruan tinggi.



·         Visi HIMAJEMEN 2025

  Sebagai sektor penggerak mahasiswa prodi manajemen yang NOTIF (inovatif dan solutif) untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul.          

·         Misi HIMAJEMEN 2025

1.      Meningkatkan responsibilitas HIMAJEMEN UGJ dengan mahasiswa dan civitas akademika prodi manajemen;

2.      Berproses dalam mengembangkan minat dan bakat mahasiswa prodi manajemen;

3.      Menumbuhkan    profesionalitas    dan   sinegritas    baik    internal    dan   eksternal 

HIMAJEMEN UGJ.

Logo       HIMAJEMEN UGJ Tahun 2025 terdiri dari tiga elemen utama, yaitu api, gagang keris, dan buku

1.      Api melambangkan semangat, keberanian, dan ambisi bagi seluruh pengurus himajemen ugj 2025 untuk terus berproses lebih maju;

2.      Gagang keris melambangkan kekuatan dan kebijaksanaan dalam setiap tahap kehidupan;

3.      Buku melambangkan pengetahuan yang luas serta menuju harapan internal maupun eksternal HIMAJEMEN UGJ.

 Dengan membawakan tagline: Satukan Langkah, Eratkan Kekeluargaan

 HIMAJEMEN tahun ini membawakan 45 anggota dengan 10 Pejabat Teras & Badan Pengurus Harian serta 35 Anggota divisi yang terbagi di 5 divisi yaitu

1.      Divisi Penalaran dan Keilmuan;

2.      Divisi Hubungan Masyarakat;

3.      Divisi Pengkaderan;

4.      Divisi Minat dan Bakat;

5.      Divisi Kesejahteraan Mahasiswa.

 

HIMAJEMEN memiliki 12 Biro yaitu:

1.      Biro lentera literasi dan biro potensi prestasi ada di divisi Penalaran & Keilmuan;

2.      Biro media info, biro eksternal, dan biro administrasi ada di divisi Hubungan Masyarakat;

3.      Biro QC (Quality Control) dan biro IR (Inventor Regulation) ada di divisi Pengkaderan;

4.      Biro kesenian, biro olahraga, dan biro media kreatif ada di divisi Minat & Bakat;

5.      Biro internal dan biro eksternal ada di divisi Kesejahteraan Mahasiswa.


Selasa, 25 November 2025

 MEMBEDAH EFEKTIVITAS KEBIJAKAN FISKAL DAN SOSIAL-EKONOMI YANG DITETAPKAN MENTERI KEUANGAN INDONESIA TERHADAP


Kebijakan fiskal dan sosial-ekonomi yang ditetapkan Menteri Keuangan Indonesia berperan penting dalam menjaga stabilitas ekonomi, mendorong pertumbuhan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui APBN yang responsif dan adaptif, kebijakan fiskal diarahkan untuk menjaga stabilitas makroekonomi, sementara kebijakan sosial-ekonomi difokuskan pada pengurangan kesenjangan dan peningkatan kesejahteraan.

Strategi utamanya mencakup penguatan pendapatan negara dan pengelolaan belanja yang efektif. Meskipun menghadapi tantangan seperti ketidakpastian global dan fluktuasi harga komoditas, manajemen kebijakan yang cermat dan berbasis data diperlukan agar pertumbuhan ekonomi tetap inklusif dan berkelanjutan. Keberhasilan jangka panjang bergantung pada kemampuan Menteri Keuangan menyeimbangkan stabilitas fiskal dengan kebutuhan sosial masyarakat.

A.  Kebijakan Fiskal dan Pengelolaan Keuangan Negara

Pada tahun 2025, Kementerian Keuangan menerapkan kebijakan fiskal dengan memanfaatkan dana sekitar Rp200 triliun hasil penerimaan pajak yang kemudian diputarkan kembali ke masyarakat. Tujuannya adalah mendorong pelaku UMKM agar lebih aktif mengambil kredit dan mengembangkan usaha.

Namun, kebijakan tersebut lebih tepat dikategorikan sebagai pengelolaan kas negara atau manajemen arus kas, bukan kebijakan fiskal secara langsung. Adapun kebijakan fiskal lebih berkaitan dengan pengelolaan pajak, penerimaan negara, serta kebijakan belanja melalui APBN, seperti pada masa pandemi saat dilakukan penyesuaian PPN.

Menariknya, kondisi fiskal Indonesia pada tahun 2025 menunjukkan peredaran uang yang positif hingga 7%, setelah sebelumnya sempat stagnan di angka 0%. Hal ini menjadi indikator adanya pemulihan ekonomi yang cukup baik.

B.  Kebijakan Sosial dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat

Pemerintah meluncurkan berbagai program sosial dan ekonomi, antara lain pemberdayaan masyarakat, bantuan sosial (bansos), peningkatan akses pendidikan, dan pembangunan infrastruktur. Program-program seperti MBG dan Koperasi Merah Putih juga berperan dalam mengurangi beban pengeluaran masyarakat, khususnya orang tua.

Dalam bidang energi, kebijakan subsidi BBM dan gas LPG 3 kg bertujuan mengurangi kemiskinan. Namun, permasalahan muncul karena subsidi sering tidak tepat sasaran. Misalnya, ketika harga Pertalite dan LPG naik pada tahun 2024, anggaran subsidi membengkak cukup besar. Meski demikian, manfaat tetap dirasakan jika subsidi diberikan kepada pihak yang berhak, seperti penerima KIP. Pemerintah kini berupaya memperbaiki sistem pengawasan agar penyaluran bantuan lebih tepat sasaran.

C.  Tantangan dalam Subsidi dan Bansos

Pemerintah menarik kembali dana menganggur di BUMN untuk mendukung pembiayaan subsidi, meskipun harga komoditas tetap tinggi. Ketergantungan terhadap subsidi menimbulkan beban besar pada anggaran negara. Ketika subsidi dicabut, harga pasar tidak selalu turun, sehingga efektivitasnya perlu dikaji ulang.

Tantangan utama terletak pada ketepatan sasaran bansos. Banyak masyarakat mampu yang masih menerima bantuan, sementara masyarakat miskin belum seluruhnya terjangkau. Pemerintah harus memperkuat pendataan agar bantuan tepat sasaran dan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, penciptaan lapangan kerja, terutama bagi tenaga kerja low skill yang terdampak dari sektor industri, menjadi fokus penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan sosial.




Referensi:


Selasa, 30 September 2025

 

MASA DEPAN PENDIDIKAN INDONESIA


 

Masa Depan Pendidikan Indonesia berfokus pada penguasaan literasi digital, pendidikan berbasis kompetensi, dan kesetaraan akses melalui teknologi. Pendidikan karakter dan nilai menjadi krusial untuk menciptakan generasi yang memiliki etika digital dan mampu menghadapi tantangan global, didukung oleh peran aktif guru, kolaborasi dengan orang tua, dan masyarakat, serta penguatan pendidikan vokasi. 

1.Terkait fasilitas sangat mempengaruhi pendidikan dari SD sampai SMA, dari fasilitas kursi, ruangan, dan lain sebagainya. Sekolah swasta terdapat 2 yaitu yang bagus dan yang biasa saja. Tantangan selanjutnya yaitu gaji guru yang tidak sesuai, mengenai gaji akan sangat berdampak sekali, tantangan selanjutnya yaitu terkait teknologi, terkadang teknologi yang maju suka disalah gunakan. Adanya pungli yang dilakukan oleh para atasan atau orang yang mempunyai jabatan di sekolah. Perbedaan komunikasi antara kota dan pedesaan, keterkaitan orang tua itu sangat penting bagi pengembangan pendidikan anak.

2. Pendidikan yang berkualitas juga harus bersifat inklusif yang dimana anak perlu mendapat pendidikan yang layak, terkait sistem kurikulum lebih di tertuju mau kemana arah nya harus satujalan, pelatihan guru secara berkelanjutan itu juga penting.

3. Peran anak generasi muda dapat memberikan kritik untuk pemerintah, dapat mengembangkan platform edukasi dengan terus meningkatkan kemampuan diri dan berkontribusi memberikan ide untuk membantu lingkungan sekitar.

Tantangan Pendidikan Era Digital:

1. Kesenjangan Digital

Akses internet yang belum merata di wilayah terpencil menjadi hambatan utama pendidikan dalam mempersiapkan masa depan pendidikan di era digital. Semakin berkembangnya teknologi, semakin banyak cara dan materi pembelajaran yang hanya dapat diakses menggunakan internet. Akibatnya, siswa di daerah terpencil berisiko tertinggal dalam proses belajar dibandingkan dengan mereka yang memiliki akses internet memadai. Oleh karena itu, pemerataan infrastruktur digital menjadi kebutuhan mendesak untuk menciptakan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan di seluruh Indonesia.

2. Kapasitas Guru

Berhubungan dengan kurangnya akses internet di beberapa wilayah di Indonesia, masih banyak guru yang perlu pelatihan dalam menggunakan teknologi pembelajaran. Banyak guru yang cenderung GapTek sehingga kegiatan belajar mengajar di sekolah masih menggunakan cara kuno yang kurang efektif dan interaktif. Hal ini menyebabkan proses belajar mengajar menjadi kurang menarik dan sulit bersaing dengan metode pembelajaran modern yang berbasis teknologi. Akibatnya, siswa cenderung kehilangan minat belajar dan sulit mengembangkan keterampilan digital yang diperlukan di masa depan.

3. Literasi Digital

Seiring berjalannya waktu, adanya internet juga menjadi salah satu alasan mengapa siswa Indonesia lebih suka untuk bermain media sosial dan game. Maka dari itu, untuk mempersiapkan masa depan pendidikan Indonesia di era digital ini, siswa harus dilatih untuk menggunakan teknologi secara produktif dan bertanggung jawab. Tanpa bimbingan yang tepat, penggunaan teknologi oleh siswa berpotensi mengganggu fokus belajar dan menghambat pengembangan keterampilan akademis mereka.

Strategi Mempersiapkan Masa Depan Pendidikan:

1. Investasi Infrastruktur Digital

2. ⁠Pelatihan Guru dan Tenaga Pendidik

3. ⁠Penguatan Kurikulum Digital

4. ⁠Kolaborasi Multi-pihak

Mengatasi tantangan-tantangan abad ke-21 memerlukan komitmen global dan tindakan bersama untuk menciptakan dunia yang lebih berkelanjutan, inklusif, dan aman bagi generasi mendatang.

 

 

 





REFERENSI

 

https://www.kompasiana.com/inholoe2407/65d77028c57afb23030b7a02/Www.Melianikasim.Wordpress.Com?page=all&page_images=1#goog_rewarded

https://kuanta.id/mempersiapkan-masa-depan-pendidikan-indonesia-di-era-digital/#:~:text=Masa%20Depan%20Pendidikan-,1.,mengajar%20secara%20interaktif%20dan%20fleksibel.

https://m.antaranews.com/amp/berita/3807492/masa-depan-pendidikan-tanah-air

 


Minggu, 31 Agustus 2025

MEMBANGUN PERSONAL BRANDING MAHASISWA DI ERA DIGITAL?


A.     APA ITU PERSONAL BRANDING DAN MENGAPA PENTING

Personal branding yaitu proses memasarkan atau membentuk citra diri pribadi seperti layaknya sebuah merek. Personal branding adalah cara seseorang menampilkan dan memasarkan dirinya kepada publik untuk menciptakan citra atau reputasi tertentu. Personal branding penting karena membantu membentuk citra diri yang positif dan membuat kita dikenal sesuai dengan keahlian, nilai, serta karakter yang dimiliki. Dengan personal branding, kepercayaan orang lain lebih mudah didapat, membuka peluang karier, bisnis, maupun relasi yang bermanfaat. Di tengah persaingan yang ketat personal branding membuat kita tampil menonjol, berbeda, dan lebih mudah diingat. Selain itu, personal branding juga meningkatkan rasa percaya diri dan membantu kita memiliki arah serta tujuan hidup yang lebih jelas. Personal branding sangat penting karena sangat bermanfaat untuk bekerja, serta personal branding sangat mudah untuk membuat linkedln, lebih tepatnya untuk nanti mendaftar pekerjaan, personal branding juga sangat penting karena bisa membedakan diri sendiri dengan orang lain, karena bisa memudahkan relasi untuk kedepannya, dan personal branding bisa membuka kepercayaan HRD untuk pemilihan pekerjaan. Personal branding juga bisa dibuat melalui twitter, bisa juga melalui instagram, dan tiktok 

B.    MEMBANGUN CITRA DIRI YANG POSITIF DI MEDIA SOSIAL

Membangun citra diri yang positif di media sosial sangat penting karena semua yang kita unggah mencerminkan kepribadian dan nilai diri. Untuk menciptakan kesan yang baik, kita perlu menggunakan bahasa yang sopan, menghindari konflik yang tidak perlu, serta membagikan konten yang bermanfaat dan inspiratif. Konsistensi dalam menampilkan nilai-nilai positif, seperti kedisiplinan, kreativitas, atau kepedulian sosial,  juga membantu memperkuat citra diri. Selain itu, penggunaan foto profil yang pantas, bio yang mencerminkan karakter, dan interaksi yang membangun dengan orang lain dapat menambah kepercayaan dan reputasi kita secara digital.

Goffee dan Jones dalam buku mereka (Gofee dan Jones, 2015) mengungkapkan bahwa personal branding melibatkan upaya individu untuk menciptakan identitas yang otentik dan relevan dengan audiens mereka. Pendekatan ini menekankan pentingnya otentisitas sebagai fondasi personal branding yang sukses. Personal branding memungkinkan individu untuk membangun kepercayaan, reputasi, dan kredibilitas. Dalam dunia yang semakin terhubung, kesan pertama yang ditangkap oleh orang lain sering kali berasal dari cara seseorang mempresentasikan dirinya, baik secara langsung maupun melalui media digital.

 

 

 

   

 Referensi:

https://info.populix.co/articles/personal-branding/

https://www.kompasiana.com/kamilaaafauzan/648071ac4addee6c562ea0e2/pentingnya-personal-branding-bagi-mahasiswa

https://mcomms.telkomuniversity.ac.id/pentingnya-personal-branding-untuk-magister-ilmu-komunikasi/

https://binus.ac.id/malang/2020/07/media-sosial-sebagai-sarana-personal-branding/

https://www.shafiq.id/berita/434/membangun-personal-brand-di-era-digital-tips-untuk-gen-z-agar-lebih-menonjol-di-media-sosial/baca

 

 

 

Rabu, 23 Juli 2025

Mahasiswa Aktif Apakah Harus Selalu Lewat Ormawa atau UKM?





  •  Makna Mahasiswa Aktif di Era Digital dan Kampus Merdeka

Kampus Merdeka membantu membentuk mahasiswa yang mandiri dan kreatif di era digital dengan memberikan kebebasan mengatur kurikulum, mengelola waktu, dan berpartisipasi aktif dalam pembelajaran. Era digital menuntut mahasiswa untuk kreatif dan inovatif dalam menggunakan teknologi serta memecahkan masalah secara inovatif.

Kebijakan Kampus Merdeka memberikan keleluasaan bagi mahasiswa untuk melakukan kegiatan di luar kelas seperti magang, riset, atau mengajar di daerah terpencil yang mendorong kemandirian dan kesiapan menghadapi dunia kerja di era digital.

Mahasiswa aktif di Era Digital dan Kampus Merdeka berarti mahasiswa yang mandiri, kreatif, dan adaptif dalam menggunakan teknologi untuk belajar dan berinovasi. Mereka berperan sebagai agen perubahan yang mampu memanfaatkan kebebasan belajar untuk mengembangkan potensi diri dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan perkembangan teknologi. Konsep Kampus Merdeka memperkuat peran ini dengan memberikan ruang kebebasan belajar yang lebih luas dan relevan dengan kebutuhan zaman digital.

Dengan demikian, mahasiswa di Era Digital dan Kampus Merdeka tidak hanya belajar secara pasif, tetapi aktif mengelola proses pembelajaran, berinovasi, dan menjadi penggerak perubahan sosial dan teknologi

  •  Peran Ormawa dan UKM dalam Mengembangkan Softskill dan Karakter Mahasiswa

Organisasi mahasiswa dan UKM berperan penting sebagai wadah pengembangan softskill seperti kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, manajemen waktu, dan pemecahan masalah. Melalui keterlibatan aktif dalam organisasi, mahasiswa dapat mengasah kemampuan interpersonal dan intrapersonal yang sangat dibutuhkan dalam dunia kerja dan kehidupan sosial. 

Kegiatan organisasi membantu mahasiswa belajar berinteraksi dengan berbagai latar belakang, meningkatkan empati, serta mengelola konflik dan stres. Hal ini penting untuk membentuk karakter yang matang dan siap menghadapi dinamika sosial di masyarakat. 

Selain softskill, Ormawa dan UKM juga mengembangkan life skills seperti manajemen waktu, kerja sama, dan kemampuan adaptasi yang sangat penting untuk kesuksesan akademik dan karier setelah lulus. 

Ormawa dan UKM menyediakan ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi minat dan bakat, sehingga dapat mengembangkan potensi diri secara optimal. Kegiatan kolaboratif dan proyek organisasi juga melatih kemampuan problem solving dan networking yang berguna dalam kehidupan profesional.

Organisasi kampus menjadi lingkungan yang ideal untuk melatih keterampilan ini, sekaligus menyiapkan generasi unggul yang berkarakter dan siap bersaing di era global.

  •          Pilihan Lain Menjadi Mahasiswa Aktif: Magang, Komunitas, dan Karya Digital

Magang berbasis MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka) adalah program praktik kerja di industri selama enam bulan yang diakui setara dengan 20 SKS. Program ini bertujuan memberikan pengalaman nyata dan mengembangkan kompetensi mahasiswa agar siap bersaing di dunia kerja. Mahasiswa wajib mengikuti pembekalan, melakukan bimbingan dengan dosen pembimbing, dan melaksanakan tugas di tempat magang sesuai bidang kompetensi. Magang juga diikuti dengan evaluasi berkala dan penyusunan laporan kegiatan. 

Selain magang, bergabung dalam komunitas mahasiswa dapat menjadi cara efektif untuk tetap aktif dan mengembangkan softskill seperti kepemimpinan, komunikasi, dan kerja sama tim. Komunitas juga sering mengadakan pelatihan, seminar, dan proyek kolaborasi yang memperluas wawasan dan jaringan profesional mahasiswa.

Mahasiswa dapat menyalurkan kreativitas dan kemampuan digital melalui pembuatan karya digital seperti konten media sosial, video, desain grafis, atau aplikasi. Karya digital ini dapat menjadi portofolio yang memperkuat profil profesional dan membuka peluang karier. Kegiatan ini juga mendukung pengembangan skill teknologi dan komunikasi yang sangat dibutuhkan di era digital.






       Referensi:

 

Rabu, 02 Juli 2025

TANTANGAN MAHASISWA MASA KINI: MENYEIMBANGKAN KEWAJIBAN AKADEMIK, NON AKADEMIK, DAN KEHIDUPAN PRIBADI.






·                            Kehidupan Pribadi: Kuliah Sambil Bekerja

Mahasiswa yang sambil bekerja memerlukan keseimbangan yang tepat antara tanggung jawab akademis dan pekerjaan. Mereka perlu memiliki kemampuan untuk mengatur waktu dengan efektif, memprioritaskan tugas-tugas yang penting, dan berkomunikasi dengan baik dengan atasan dan dosen.

Dalam menjalani kehidupan sebagai mahasiswa yang bekerja, mereka perlu mengelola stres dan menjaga kesehatan mental dan fisik. Motivasi yang kuat dan kemampuan untuk beradaptasi dengan situasi yang berubah-ubah juga sangat penting. Mereka harus dapat mengatur jadwal yang fleksibel untuk mengakomodasi kebutuhan kuliah dan pekerjaan, serta menggunakan waktu dengan efektif untuk belajar dan menyelesaikan tugas.

Selain itu, mahasiswa yang bekerja juga perlu memiliki kemampuan untuk mengelola keuangan dengan baik, memanfaatkan sumber daya yang tersedia, dan mencari dukungan dari orang-orang di sekitar mereka. Dengan memiliki strategi belajar yang efektif dan kemampuan untuk memaksimalkan waktu, mahasiswa yang bekerja dapat mencapai kesuksesan dalam akademis dan karir.

Mereka juga dapat membangun jaringan dan relasi yang baik dengan rekan kerja dan teman kuliah, yang dapat membantu mereka dalam mencapai tujuan. Dengan demikian, mahasiswa yang bekerja dapat meningkatkan kemampuan dan pengetahuan mereka, serta mencapai kesuksesan dalam bidang yang mereka geluti.

Menghadapi situasi sebagai pelajar sambil menjalani pekerjaan telah menjadi pilihan yang semakin umum di kalangan generasi muda saat ini. Bagi beberapa individu , menghadiri kuliah sekaligus bekerja memberikan kenyamanan karena dapat meraih pengalaman serta penghasilan. Meskipun demikian , tidak dapat diabaikan bahwa terdapat tantangan tersendiri ketika menjalani kedua peran ini secara bersamaan.

Salah satu tantangan utama adalah pengelolaan waktu. Mahasiswa dituntut untuk mampu menyeimbangkan antara studi , aktivitas di luar akademik, pekerjaan, dan kehidupan pribadi. Beberapa motivasi yang mendorong mahasiswa untuk bekerja sambil kuliah meliputi :

1.      Mengumpulkan pengalaman kerja untuk persiapan masa depan.

2.      Mengatasi kebutuhan finansial, baik untuk pembayaran kuliah maupun kebutuhan sehari-hari.

Namun, tidak semua siswa dapat mengatur waktu mereka dengan efektif . Kadang-kadang mereka menghadapi kesulitan dalam menyelesaikan tugas kuliah akibat kelelahan setelah bekerja, atau sebaliknya, pekerjaan mereka terganggu oleh jadwal kuliah yang padat. Hal ini dapat mempengaruhi konsentrasi dan kinerja baik di tempat kerja maupun dalam studi .

Oleh karena itu, sebelum mengambil keputusan untuk kuliah sambil bekerja, sangat penting bagi mahasiswa untuk memiliki rencana yang solid dan keterampilan manajemen waktu yang baik. Mereka juga perlu bersiap menghadapi berbagai konsekuensi, seperti keletihan fisik dan mental, serta tekanan dari dua tanggung jawab yang berbeda.

Kunci utama untuk berhasil menjalani kuliah sambil bekerja adalah disiplin, keterampilan dalam menentukan prioritas, dan konsistensi. Mahasiswa harus bisa membagi waktu untuk menyelesaikan tugas kuliah, memenuhi tuntutan pekerjaan, serta menjaga kesehatan dan kehidupan sosial mereka. Juga , penting untuk memahami batas kemampuan diri agar tidak mengorbankan salah satu aspek kehidupan.

Dengan strategi yang baik dan sikap tanggung jawab, kuliah sambil bekerja tidak hanya dapat dilakukan, tetapi juga bisa menjadi pengalaman yang sangat berarti untuk masa depan.

·                           Mahasiswa Berorganisasi vs Tidak Berorganisasi: Pilihan dan pembelajarannya

Mahasiswa yang berorganisasi dan tidak berorganisasi memiliki perbedaan yang signifikan dalam hal keterampilan sosial, pengalaman, dan jaringan. Mahasiswa yang berorganisasi cenderung memiliki keterampilan sosial yang lebih baik, seperti komunikasi, kepemimpinan, dan kerja sama tim. Mereka juga memiliki pengalaman yang berharga dalam mengelola waktu, menghadapi tantangan, dan mencapai tujuan. Berorganisasi dapat membantu mahasiswa membangun jaringan yang luas dengan orang-orang yang memiliki minat dan tujuan yang sama, serta memberikan kesempatan untuk mengembangkan keterampilan yang lebih luas.

Di sisi lain, mahasiswa yang tidak berorganisasi mungkin lebih fokus pada akademik dan memiliki waktu yang lebih banyak untuk belajar dan mengerjakan tugas. Mereka mungkin memiliki kelebihan dalam hal prestasi akademik, namun mereka juga mungkin kurang memiliki pengalaman dalam keterampilan sosial dan kepemimpinan. Jaringan yang mereka miliki mungkin juga lebih terbatas dibandingkan dengan mahasiswa yang berorganisasi.

Namun, perlu diingat bahwa setiap individu memiliki kebutuhan dan tujuan yang berbeda-beda. Beberapa mahasiswa mungkin lebih memilih untuk fokus pada akademik, sementara yang lain mungkin lebih suka untuk mengembangkan keterampilan sosial dan kepemimpinan melalui berorganisasi. Yang terpenting adalah mahasiswa dapat menemukan keseimbangan yang tepat antara aktivitas akademik dan non-akademik, serta mengembangkan keterampilan dan pengalaman yang sesuai dengan minat dan tujuan mereka.

Dalam keseluruhan, baik mahasiswa yang berorganisasi maupun tidak berorganisasi memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Oleh karena itu, penting bagi mahasiswa untuk memahami kebutuhan dan tujuan mereka sendiri, serta membuat pilihan yang tepat untuk mencapai kesuksesan dalam bidang akademik dan non-akademik.

Di lingkungan perkuliahan, setiap pelajar memiliki pilihan dan fokus berbeda dalam menjalani masa study mereka . Salah satu opsi yang lazim adalah terlibat dalam organisasi mahasiswa atau memilih untuk berkonsentrasi pada aspek akademis tanpa berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Keduanya membawa manfaat dan tantangan yang berbeda .

Mahasiswa yang terlibat aktif dalam organisasi umumnya lebih berorientasi pada pencarian pengalaman, memperluas jaringan, dan mengembangkan keterampilan interpersonal. Mereka sering kali mendapatkan informasi kampus dengan lebih cepat, seperti tentang lomba, beasiswa, serta peluang magang atau pelatihan. Selain itu, partisipasi dalam organisasi memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mempelajari keterampilan baru, termasuk mengedit, penulisan resmi, manajemen acara, dan kepemimpinan.

Namun mahasiswa yang terlibat dalam organisasi juga menghadapi beberapa kendala, seperti kesulitan dalam mengatur waktu antara aktivitas organisasi dan tuntutan akademis. Terkadang, mereka terlalu sibuk dengan agenda organisasi sampai lupa menyelesaikan tugas perkuliahan. Oleh karena itu, keahlian dalam manajemen waktu menjadi sangat penting bagi siswa yang memilih untuk aktif di organisasi .

Sebaliknya, mahasiswa yang tidak berpartisipasi dalam organisasi cenderung lebih fokus pada studi akademis. Mereka mempunyai waktu lebih untuk belajar, menyelesaikan tugas, berkompetisi dalam lomba akademik, atau bahkan meningkatkan diri melalui berbagai kegiatan lain seperti magang, pekerjaan lepas , atau menjalankan usaha kecil. Meski jaringan sosial mereka di kampus mungkin tidak sebanyak rekan-rekan yang berorganisasi, tidak berarti mereka tidak dapat membangun koneksi . Di era digital saat ini, hubungan dan pengalaman dapat diperoleh melalui berbagai platform seperti media sosial, komunitas online, bahkan melalui permainan yang bersifat kolaboratif.

·                            Mahasiswa yang berkerja (part time) sambil berorganisasi

Mahasiswa yang bekerja (part time) sambil berorganisasi memiliki kelebihan dan tantangan tersendiri. Mereka memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan yang luas, termasuk keterampilan sosial, kepemimpinan, dan profesional. Dengan bekerja part time, mereka dapat memperoleh pengalaman kerja yang berharga dan membangun jaringan yang luas dengan orang-orang di industri yang mereka minati.

Berorganisasi juga memberikan kesempatan bagi mereka untuk mengembangkan keterampilan sosial dan kepemimpinan, serta membangun jaringan dengan orang-orang yang memiliki minat dan tujuan yang sama. Namun, mereka juga menghadapi tantangan dalam mengelola waktu dan energi antara pekerjaan dan organisasi. Mereka harus dapat mengatur waktu dengan efektif dan efisien untuk memenuhi tanggung jawab pekerjaan dan organisasi, serta menjaga prestasi akademik.

Mahasiswa yang bekerja sambil berorganisasi juga harus memiliki kemampuan manajemen waktu yang baik, serta kemampuan untuk menghadapi tekanan dan stres. Namun, jika mereka dapat mengelola waktu dan energi dengan efektif, mereka dapat memperoleh manfaat yang signifikan dari pengalaman kerja dan organisasi, serta meningkatkan keterampilan dan pengalaman yang berharga untuk masa depan.

Dalam keseluruhan, bekerja sambil berorganisasi dapat menjadi pengalaman yang berharga bagi mahasiswa, asalkan mereka dapat mengelola waktu dan energi dengan efektif dan efisien. Dengan demikian, mereka dapat memperoleh manfaat yang signifikan dari pengalaman kerja dan organisasi, serta meningkatkan keterampilan dan pengalaman yang berharga untuk masa depan.

Di awal perjalanan kampus, ketika mahasiswa memutuskan untuk bekerja paruh waktu sambil berorganisasi, ia memasuki dua medan kehidupan sekaligus tembok akademik dan panggung nyata sosial-profesional. Ada yang berargumen bahwa bekerja paruh waktu membangun kemandirian finansial bukan sekadar teori, melainkan praktikal di mana setiap rupiah berasal dari jerih payahnya sendiri, bukan sekadar warisan atau kiriman. Hal itu ternyata tak hanya mengasah kemampuan beranggaran, tetapi juga rasa percaya diri yang nyata. Namun, kritikus mengingatkan bahwa terlalu banyak jam kerja lebih dari 20 jam per minggu bisa menurunkan performa akademis dan kesejahteraan mental . Tafsirnya, kemandirian berharga asal disertai batasan bijak seperti bekerja 10-15 jam seminggu.

Selagi uang hasil kerja memperkuat kemandirian, organisasi menuntun pada pengasahan karakter kepemimpinan, delegasi, hingga keberanian menghadapi konflik. Pengalaman memimpin kegiatan kampus bukan sekadar judul jabatan, melainkan proses membangun empati dan tanggung jawab. Namun, ada yang berpendapat, tumpukan tugas organisasi dan shift pekerjaan bisa menjadi beban stres yang berat jika tanpa dukungan sistem dan manajemen diri yang baik. Solusinya: refleksi rutin dan pemilihan peran organisasi yang proporsional dengan kapasitas pribadi.

Di samping itu, kedua aktivitas ini membangun jaringan dan pengalaman yang bernilai karier. Bekerja paruh waktu memberi akses pada mentor dan kolega nyata; berorganisasi mempertemukan dengan alumni dan tokoh kampus. Kombinasi ini membuka peluang magang, kolaborasi, bahkan kerja setelah lulus. Namun, riset menyoroti pentingnya integrasi antara studi dan kerja menyebut bahwa model pendidikan perlu menyesuaikan diri dengan realitas ini agar tidak sekadar menambah tugas, tetapi memberi nilai akademis nyata .

Argumen selanjutnya adalah terkait prestasi akademik. Ada data bahwa pekerjaan paruh waktu bisa memicu fokus dan disiplin yang membuahkan nilai akademis lebih baik. Sebaliknya, jam kerja tinggi bisa mengurangi waktu belajar dan meningkatkan stres . Maka yang muncul adalah pesan memperhitungkan fleksibilitas. Pilihlah pekerjaan yang selaras dengan jadwal kuliah, seperti menjadi tutor atau asisten riset.

Ketika semua argumen ini dirajut bersama, muncul pesan central: efektivitas dual roles mahasiswa bekerja dan berorganisasi tidak terjadi secara otomatis. Ia merupakan hasil dari harmoni antara pengelolaan waktu yang cermat, pilihan yang tepat, dukungan institusi, dan refleksi pribadi. Bekerja 10-15 jam per minggu dengan pekerjaan yang relevan, berorganisasi secara proporsional, dan memiliki akses pada mentoring atau kemitraan akademik adalah kombinasi ideal yang digarisbawahi dunia pendidikan saat ini .

Mahasiswa sebagai individu yang bukan hanya berjuang dalam tugas kuliah, tetapi juga mendekorasi bank pengalaman hidup. Mereka adalah agent of change yang tumbuh mandiri, peduli sosial, profesional, dan sehat mental. Lentera mereka bukan sekadar simbol, tetapi langkah konkret terhadap kualitas diri yang mengilhami sesama dan memberi contoh konsisten bahwa keseimbangan bukan mitos, tapi bentuk kesadaran matang.






Referensi :         

  1.     https://www.bildkalimantan.org/2025/03/kuliah-sambil-berorganisasi-manfaat-dan.html
  2.     https://kuliahplus.com/pengalaman-berharga-yang-didapatkan-dari-organisasi-mahasiswa/ 
  3.     https://blog.maukuliah.id/keuntungan-mengikuti-organisasi-bagi-mahasiswa/
  4.     https://ummi.ac.id/berita/baca/1198-10-manfaat-berorganisasi-bagi-mahasiswa/        https://www.liputan6.com/feeds/read/5903957/tujuan-ikut-organisasi-manfaat-dan-     pengembangan-diri-mahasiswa     https://iti.ac.id/manfaat-dan-risiko-organisasi-mahasiswa/     https://www.umn.ac.id/berorganisasi-saat-kuliah-ternyata-penting-dan-banyak-manfaatnya/
  5.   https://masoemuniversity.ac.id/berita/keunggulan-mahasiswa-yang-aktif-berorganisasi.php
  6.   https://talentaku.id/detail/artikel/132/7-keuntungan-mahasiswa-kerja-part-time

 












What’s Inside Himajemen UGJ  Hayo… siapa yang kepo sama Himajemen UGJ? Yuk kepoin bareng! HIMAJEMEN UGJ          Himpunan Mahasiswa Prodi Ma...