Rabu, 26 Mei 2021

Share to Care 2021


Share to care
merupakan program kerja tahunan yang diadakan oleh Divisi Humas. Kegiatan ini diadakan untuk membantu bagi mereka yang kekurangan. Pada tahun ini, panitia share to care memilih tema berbagi bersama dengan berkunjung langsung ke Panti Yauma Yatim & Dhuafa. Acara ini dilaksanakan pada 30 April 2021, dengan dihadiri oleh Bapak Yudi selaku Wakil Dekan 2, Perwakilan Himpunan Mahasiswa Manajemen, serta Perwakilan Forum Angkatan Himpunan Mahasiswa Manajemen. 

Acara berjalan dengan baik dan lancar sesuai harapan. Kegiatan acara dimulai dengan berbuka bersama dengan anak-anak yatim dan dhuafa di sana, setelah itu memberikan berbagai jenis sembako yang dibeli dari hasil donasi internal panitia. Kemudian main bareng dengan anak-anak yang ada di panti. Lalu, semua panitia dan tamu undangan juga mengadakan shalat bersama dengan orang-orang yang ada di Panti Yatim & Dhuafa.

Tujuan diadakannya acara ini adalah untuk berbagi bersama dan lebih bersyukur dengan apa yang Tuhan berikan.

Minggu, 23 Mei 2021

[ECONOMIC FACTS] #5 : MENILIK KEMBALI MASA TERSULIT PEREKONOMIAN DI INDONESIA



Tahukah  Mamen! Kalo Indonesia pernah mengalami krisis moneter, loh!

Ketika kami mengakses di internet mengenai krisis perekonomian Indonesia. Kami mendapat ulasan, bahwa Indonesia pernah mengalami krisis ekonomi sebanyak tiga kali, yaitu tahun 1997-1998, tahun 2008, dan tahun 2020 atau pada saat Pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Pada postingan kali ini, kami akan mengulas mengenai krisis ekonomi di Indonesia tahun 1997-1998.

Krisis moneter pernah melanda Indonesia sejak awal Juli 1997, dan berlangsung hampir dua tahun, bahkan mengakibatkan krisis ekonomi, yaitu lumpuhnya kegiatan ekonomi karena semakin banyak perusahaan yang tutup dan meningkatnya jumlah pekerja yang menganggur. Krisis ekonomi tersebut tidak sepenuhnya disebabkan oleh krisis moneter, melainkan disebabkan juga oleh permasalahan nasional yang datang terus-menerus di tengah sulitnya ekonomi hingga peristiwa kerusuhan yang terjadi pada pertengahan Mei 1998.

Berdasarkan buku yang ditulis oleh Frederic S Mishkin yang berjudul “Monetary Policy Strategi” Krisis Moneter adalah sebuah krisis yang berkaitan dengan masalah keuangan negara. Namun lain krisis finansial atau krisis keuangan. Krisis moneter ini ditandai dengan keadaan keuangan yang tidak stabil akibat lembaga keuangan dan nilai tukar mata uang yang tidak berfungsi sesuai dengan harapan.

Awal mula krisis moneter di Indonesia adalah akibat dari adanya krisis ekonomi di Thailand pada Juli 1997. Saat itu, mata uang bath tiba-tiba anjlok. Hal tersebut, memberikan dampak yang sangat serius terhadap negara tetangganya, seperti Korea Selatan, Malaysia, dan termasuk Indonesia. Krisis keuangan di wilayah Asia ini menjadi krisis global ketika hal yang sama juga melanda  Rusia dan Brasil pada tahun 1999, serta Argentina dan Turki pada tahun 2001.

The Kian Wie dalam The Emergence of A National Economy (2002:236) menyebutkan negara-negara Asia Tenggara menjadi sasaran spekulan internasional. Ada dua hal yang memicu, yakni pematokan mata uang yang dianggap sudah tidak sesuai dengan kondisi terkini dan terjadinya “gelembung ekonomi”. Serangan para spekulan membuat mata uang di Asia Tenggara semakin jatuh.

Selanjutnya, pada 11 Juli 1997 Filipina mengambangkan Peso untuk mengatasi kejatuhan mata uang. Sementara, Indonesia melakukan pelebaran kurs intervensi rupiah dari 8% menjadi 12% pada 11 Juli 1997, setelah melakukan pelebaran sebanyak enam kali sejak 1994. Setelah kisaran pergerakan rupiah diperlebar, mata uang ini malah anjlok hingga 7%. Ketidakstabilan mata uang di Asia Tenggara membuat para manajer keuangan internasional menarik dana mereka. Sehingga, rupiah makin terpuruk dan pada 14 Agustus 1997 Indonesia akhirnya memutuskan untuk melakukan penghapusam rentang kurs intervensi. Setelah 14 Agustus 1997 dilakukan intervensi dalam pasar valas untuk menghadapi tekanan yang timbul setelah pelebaran kurs intervesi.

Selama Juli hingga Desember 1997, rupiah mengalami depresiasi yang sangat besar, berdasarkan kajian Bank Dunia bertajuk Indonesia in Crisis, A Macroeconomic Update yang diterbitkan pada Juli 1998, nilai rupiah terhadap dolar AS merosot 10.7% pada Juli, 25,7% pada Agustus, 39,8% pada September, 55,6% pada Oktober dan November, serta 109,6% pada Desember.

Pelemahan rupiah awalnya terjadi setelah para investor menarik dananya dari Indonesia. Kondisi itu diperparah karena banyaknya perusahaan meminjam dalam bentuk valuta asing. Dalam kondisi rupiah yang jatuh terhadap dolar, porsi utang mereka langsung membengakak. Korporasi mulai berburu dolar untuk mengantisipasi utang-utang yang jatuh tempo. Ini lantaran kebanyakan utang korporasi berjangka pendek. Saat rupiah diambangkan atas dolar, perburuan dolar semakin hebat. Situasinya, pasokan dolar menipis, sementara permintaan melonjak.

Boediono dalam Ekonomi Indonesia dalam Lintasan Sejarah (2016) menuliskan pemerintah dan Bank Indonesia kemudian memperketat kebijakan moneter dan fiskal untuk mengatasi kondisi tersebut. Dari sisi moneter, suku bunga SBI dinaikan dari 11,625% menjadi 30%. Gebrakan Sumarlin, yang dilakukan untuk mencegah efek devaluasi pada 1987. Dari sisi fiskal, pemerintah mengatur ulang APBN dan menunda proyek-proyek raksasa yang menyerap dana cukup besar. Menurut Boediono, total nilai proyek yang ditunda mencapai 13 miliar dolar AS. Namun, kondisi tak kunjung membaik. Aliran  modal keluar semakin besar meski kebijakan moneter dan fiskal sudah ditetapkan. Investor asing terus keluar dari Asia Tenggara termasuk Indonesia, sehingga menyebabkan rupiah semakin melemah dan likuiditas mengering. Di satu sisi, pemerintah semakin kepayahan karena cadangan devisa kian tergerus untuk mempertahankan rupiah. Akhirnya, pemerintah Soeharto meminta bantuan IMF awal Oktober 1997.

Dilansir dari accurate.id, IMF atau International Monetary Fund atau Dana Moneter Internasional adalah organisasi internasional yang bergerak dalam masalah keuamgan dan juga memberikan pinjaman pada setiap negara anggotanya. Tujuan dari IMF ini adalah untuk meningkatkan perkembangan ekonomi secara global dan juga menjaga stabilitas keuangan, meningkatkan perdagangan internasional, dan juga mengurangi tingkat kemiskinan.

Kembali kepada pembahasan tadi, yaitu ketika Soeharto meminta bantuan IMF. Selanjutnya, Perundingan dengan IMF ini menghasilkan letter of intent pertama pada 31 Oktober 1997, dari precautionary menjadi standby arrangement. The Kian Wie, megutip Soesastro & Basri, menyebutkan Indonesia akhirnya mendapatkan komitmen standby loan sebesar 43 miliar dolar AS. Sebesar 12,3 miliar dolar AS berasal dari IMF, sisanya dari Bank Dunia, ADB, dan negara-negara tetangga seperti Jepang dan Singapura.

Pada tahap pertama ini, IMF mencairkan 3 miliar dolar AS. Untuk pencairan dana tersebut, Indonesia harus menyepakati letter of intent yang isinya “ramuan resep” dari IMF guna membantu memulihkan ekonomi Indonesia. Pada letter of intent  pertama, salah-satu point nya yaitu pemerintah harus menutup dan mencabut ijin 16 bank yang sedang tidak baik sebagai upaya untuk membenahi sektor perbankan. Namun, kebijakan IMF tersebut membuat kondisi ekonomi makin sulit, penutupan 16 bank malah memicu pudarnya kepercayaan masyarakat terhadap perbankan. Apalagi penutupan dilakukan tanpa memberikan jaminan untuk simpanan masyarakat. Penarikan dana nasabah tidak hanya dalam bentuk uang tunai melainkan juga melalui kriling. Karena itu banyak bank yang saldo gironya di Bank Indonesia menjadi negatif. Deposan-deposan besar menarik dananya dari perbankan swasta. Bank Indonesia sampai harus menerbitkan fasilitas darurat untuk memenuhi kebutuhan likuiditas. Merespon ini, kreditur asing memangkas batas suku bunga antarbank dan menolak konfirmasi letters of credit atau L/C dari bank-bank lokal Indonesia. Bank Dunia dalam kajiannya mencatat akibat hal ini, ru;iah semakin anjlok dari Rp 3.250 menjadi Rp 4.000 per dilar AS.

Pada 9 Desember 1997 pelemahan rupiah semakin dalam saat kabar Presiden Soeharto membatalkan kunjungan ke Kuala Lumpur. Menurut laporan Bank Dunia, kondisi kian genting saat APBN yang diajukan pemerintah pada 6 Januari 1998 direspon negatif oleh pasar karena dianggap terlalu optimis dan tidak kredibel. Pada tiga pekan pertama Januari 1998, rupiah terdepresiasi dari Rp 4.850 menjadi Rp 13.600 per dolar AS, bahkan sempat menyentuh Rp 17.000 per dolar AS.

Pada 15 Januari 1998 presiden Soeharto menandatangani letter of intent yang kedua. Pinjaman IMF tersebut kemudian dicairkan secara bertahap hingga 2003. Namun, kondisi ekonomi Indonesia semakin buruk.

Pemerintah kemudian mengeluarkan pengumuman yang dapat meredam laju pelemahan rupiah, yaitu merestrukturisasi bank-bank bermasalah dan mengatasi utang-utang swasta yang jatuh tempo. Kepercayaan masyarakat bertambah saat 8 April 1998 disepakati letter of intent ketiga dengan IMF. Masalah finansial yang terus menerus disertai dengan kondisi politik yang semakim buruk.

Pada Mei 1998 adanya kerusuhan di berbagai wilayah yang akhirnya tepat 21 Mei 1998 Soeharto mundur dari jabatannya sebagai Presiden. Pada masa itu, rupiah mengalami krisis hingga 50% dari Rp 8.000 per dolar AS pada awal Mei, menjadi Rp 16.000 per dolar AS pada Juni.  Pada 31 Desember 1998 nilai rupiah mulai bangkit dan dihargai Rp 8.000 per dolarnya.

Pada pergantian sistem politik baru dan awal pemulihan yang diawali dengan naiknya jabatan Bacharuddin Jusuf Habibie sebagai wakil presiden kabinet terakhir Soeharto, maka berdasarkan hukum, karena Presiden Soeharto mundur, alhasil BJ. Habibie mengisi atau menggantikan posisi Soeharto sebagai Presiden RI.

Di bawah kepemimpinan BJ. Habibie, pemerintah melakukan restrukturasi dan rekapitulasi perbankan melalui pembentukan BPPN (Badan Penyehatan Perbankan Nasional) dan unit Pengelola Aset Negara. Kemudian, pemerintah juga melikuidasi beberapa bank yang bermasalah. Selain itu, pemerintah mengikuti sejumlah langkah reformasi ekonom yang diisyaratkan Dana Moneter Internasional (IMF) melalui Structural Adjusment Program (SAP).

Pada Juni 1998 dibuat perjanjian keempat dengan IMF yang memungkinkan terjadinya defisit anggran yang lebih longgar sementara dana baru dialirkan ke dalam perekonomian. Dalam beberapa bulan, nilai tukar rupiah mulai menguat sejak pertengahan Juni 1998 yang bernilai Rp 16.000 per dolar AS menjadi Rp 8.000 per dolar AS pada bulan Oktober. Selain itu, inflasi membaik secara drastis, saham-saham di Bursa Efek Indonesia mulai bangkit dan ekspor non-migas mulai hidup kembali menjelang akhir tahun. Namun, sektor perbankan masih mengalami krisis karena adanya jumlah kredit bermasalah yang sangat tinggi dan bank masih sangat ragu untuk meminjamkan uang. Namun demikian, perekonomian Indonesia mulai membaik secara bertahap selama tahun 1999, yang sebagian besar diakibatkan oleh membaiknya lingkungan internasional yang menyebabkan kenaikan pendapatan ekspor. 

Sumber :

_____________.2019.Belajar  dari Pengalaman  Menghadapi Krisis Ekonomi  Dunia.INDONESIA.GO.ID.

Diakses pada Senin, 17 Mei 2021 jam 11.19 WIB Link: https://www.indonesia.go.id/narasi/indonesia-dalam-angka/belajar-dari-pengalaman-menghadapi-krisis-ekonomi-dunia.

Adryanto.2021.23 Tahun Reformasi: 4 Penyebab Utama Krisis Moneter 1998, Nilai Mata Uang Anjlok.Jakarta:TEMPO.CO.

Diakses pada Senin, 17 Mei 2021 jam 11.34 WIB Link: https://www.google.com/amp/s/bisnis.tempo.co/amp/1461833/23-tahun-reformasi-4-penyebab-utama-krisis-moneter-1998-nilai-mata-uang-anjlok.

Gischa,Serafica.2019.Krisis Moneter: Pengertian dan Dampaknya.Kompas.com.

Diakses pada Senin, 17 Mei 2021 jam 08.41 WIB Link: https://www.google.com/amp/s/amp.kompas.com/skola/read/2019/12/20/090000969/krisis-moneter-pengertian-dan-dampaknya.

Ismail,Ibnu.2021.IMF adalah: Pengertian, Kegiatan, dan Sejarah Terbentuknya

IMF:Accurate.id

Diakses pada Jumat, 21 Mei 2021 jam 18.54 WIB. Link:

https://accurate.id/ekonomi-keuangan/imf-  adalah/#:~:text=IMF%20adalah%20singkatan%20 dari%20internasional%20Monetary%2020Fund%20atau%20Dana%20Moneter%20Internasional.

Karmeli,Elly dan Siti Fatimah.2008.Krisis Ekonomi Indonesia.Journal of Indonesian Applied Economic.Sumbawa.Vol 2(2) hal 165-166

Nurita,Dewi dan Kodrat Setiawan.2018.20 Tahun Reformasi: Resep IMF, Obat Krisis 1997-1998?.Jakarta:TEMPO.CO.

Diakses pada Senin, 17 Mei 2021 jam 12.30 WIB. Link: https://www.google.com/amp/s/bisnis.tempo.co/amp/1088662/20-tahun-reformasi-resep-imf-obat-krisis-1997-1998.

Pramisti,Nurul Qomariyah.2020.Krisis Moneter 1997/1998 adalah Periode Terkelam Ekonomi Indonesia:Tirto.id.

Diakses pada Senin, 17 Mei 2021 jam 09.58 WIB Link: https://www/google.com/amp/s/amp.tirto.id/krisia-moneter-1997-1998-adalah-periode-terkelam-ekonomi-indonesia.fbYV

Saragih,Houtmand P.2019.Begini Cara Habibie Jinakkan Rupiah Saat Krismon.Jakarta:CNBC Indonesia.

Diakses pada Senin, 17 Mei 2021 jam 12.20 WIB Link: https://www.cnbcindonesia.com/market/20190912094031-17-98863/begini-cara-habibie-jinakkan-rupiah-saat-krismon.

Tarmidi,Lepi T.2003.Krisis Moneter Indonesia: Sebab, Dampak, Peran IMF dan Saran:Reaearch.

Diakses pada Senin, 17 Mei 2021 jam 08.30 WIB Link: https://www.researchgate.net/publication/228723786-krisis-moneter-indonesia-sebab-dampak-peran-imf-dan-saran

Senin, 10 Mei 2021

[ECONOMIC FACTS] #4 : IBU KOTA BARU BERPOTENSI TEKAN KETIMPANGAN EKONOMI RI

 


Diketahui, pemerintah berniat memindahkan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Jika tidak ada aral melintang, proses perpindahan tersebut dimulai tahun 2024 nanti. Tetapi, Jakarta akan tetap memegang peranan penting sebagai pusat ekonomi nusantara, meski nantinya tidak lagi menjadi ibu kota negara. Pemindahan itu, juga dinilai akan mampu menumbuhkan pusat-pusat ekonomi baru di Indonesia.

Sudah puluhan tahun ekonomi Indonesia berpusat di Pulau Jawa dan Sumatera saja. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, “Ketimpangan ini sudah terjadi bahkan sejak pertengahan Orde Baru di tahun 1983. Saat itu, kontribusi Pendapatan Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa dan Sumatera terhadap perekonomian nasional mencapai 81,8 persen. Sementara, PDRB Kalimantan dan Sulawesi hanya menyumbang 13 persen saja. Sisanya yaitu Bali, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua.

Pemindahan ibu kota ke lokasi baru di luar Jawa tidak akan memberikan dampak negatif terhadap perekonomian nasional. Nantinya, dampak pemindahan ibu kota baru terhadap perekonomian nasional menjadi +0,1%. Kemudian, pemindahan ibu kota akan menurunkan kesenjangan antar kelompok pendapatan dan indikasi ketimpangan akan menyempit. Pemindahan ibu kota juga akan menyebabkan tambahan inflasi nasional minimal sebesar 0,3% basis poin walaupun pemindahan ibu kota baru akan menyebabkan tekanan dari sisi permintaan. Dampak inflasi di provinsi lokasi ibu kota baru akan menjadi sangat minimal jika provinsi tersebut memiliki kesiapan infrastruktur yang lebih baik dan sektor produksi yang relatif beragam. Selajutnya, pemindahan ibu kota negara ke luar Jawa akan mendorong perdagangan antar wilayah di Indonesia. Diataranya perdagangan di dalam provinsi ibu kota baru. Lebih dari 50% wilayah Indonesia akan merasakan peningkatan arus perdagangan, jika ibu kota negara dipindah ke provinsi yang memiliki konektivitas dengan provinsi lain yang baik. 

Sumber :

CNN.2021.Ibu Kota Baru Berpotensi Tekan Ketimpangan Ekonomi RI.Jakarta:CNN Indonesia. Di akses tanggal 16 April 2021 jam 12.30 WIB. Link; https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210416195348-532-631022/ibu-kota-baru-berpotensi-tekan-ketimpangan-ekonomi-ri

Nurhanisah,Yuli.2020.Dampak Ekonomi Pemindahan Ibu Kota:Indonesia Baik.id. Diakses tanggal 16 April 2021 jam 13.00. Link; http://indonesiabaik.id/motion_grafis/dampak-ekonomi-pemindahan-ibu-kota

Pebrianto,Fajar dan Ali Akhmad Noor H. 2019.Bappenas Yakin Pemindahan Ibu Kota Menekan Ketimpangan Ekonomi.Jakarta:Tempo.co. di akses tanggal 16 April 2021 jam 13.10 WIB. Link; https://bisnis-tempo-co.cdn.ampproject.org/v/s/bisnis.tempo.co/amp/1248560/bappenas-yakin-pemindahan-ibu-kota-menekan-ketimpangan-ekonomi?amp_js_v=a6&amp_gsa=1&usqp=mq331AQHKAFQArABIA%3D%3D#aoh=16185823794071&referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&amp_tf=Dari%20%251%24s&ampshare=https%3A%2F%2Fbisnis.tempo.co%2Fread%2F1248560%2Fbappenas-yakin-pemindahan-ibu-kota-menekan-ketimpangan-ekonomi

Minggu, 25 April 2021

[ECONOMIC FACTS] #3 : ADAM SMITH : BAPAK EKONOMI DUNIA


John Adam Smith lahir di Kirkcaldy, Skotlandia pada tanggal 5 Juni 1723 dan meninggal pada tanggal 17 Juli 1790 di Edinburgh, Skotlandia (pada umur 67 tahun). Adam Smith dikenal sebagai seorang filsuf yang menjadi pelopor ilmu ekonomi kapitalisme pada abad 18 di Eropa Barat dan pada abad 19. Karyanya yang terkenal adalah buku yang berjudul “An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations (disingkat The Wealth of Nations). Buku ini menggambarkan sejarah perkembangan industri dan perdagangan di Eropa serta dasar-dasar perkembangan perdagangan bebas dan kapitalisme.

Kapitalisme adalah sistem ekonomi di mana perdagangan, industri dan alat-alat produksi dikendalikan oleh pemilik swasta dengan tujuan membuat keuntungan dalam ekonomi pasar. Pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Demi prinsip tersebut, maka pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar guna keuntungan bersama, tapi intervensi pemerintah dilakukan secara besar-besaran untuk kepentingan-kepentingan pribadi.

Smith juga meletakkan dasar-dasar teori ekonomi pasar bebas klasik di setiap karyanya. The Wealth of Nations menjadi salah satu karyanya yang dapat dijadikan sebagai rujukan untuk disiplin ilmu ekonomi modern. Buku tersebut juga dianggap sebagai karya modern ekonomi pertama sekaligus sebagai magnum opus. The Wealth of Nations salah satu usaha awal untuk mempelajari bangkitnya industri dan perkembangan ekonomi di Eropa, merupakan pengawal ke disiplin akademis modern dari ekonomi. Ini memberi salah satu rasional intelektual paling dikenal untuk perdagangan bebas dan kapitalisme, memengaruhi secara luas tulisan Ekonom selanjutnya. Smith juga mencetuskan sejumlah teori. Salah satu teori yang terkenal adalah tentang prinsip dasar dari teori tangan tak terlihat atau dikenal juga dengan Teori Tangan Tuhan (the invisible hand),  yakni adanya keyakinan bahwa keseimbangan pasar terbentuk secara natural dengan adanya pertemuan supply (penawaran) dan demand (permintaan). Karya-karya besar Smith lainnya adalah The Theory of Moral Sentiments (1759), Essays on Philosophical Subjects (diterbitkan setelah 1795) dan Lectures on Jurisprudence (diterbitkan setelah 1976). Untuk mengenang jasanya dalam pemikiran teori ekonomi kapitalis, Adam Smith diabadikan dalam uang £ 20 baru pada 13 Maret 2007.

 

Sumber :

Rizal,Mahmuddin.2019.Mengenal Adam Smith Bapak Ekonomi Pencetus Teori Tangan Tuhan:Akurat.co. DI akses tanggal 15 April 2021 jam 09.45 WIB. Link; https://m.akurat.co/664805/mengenal-adam-smith-bapak-ekonomi-pencetus-teori-tangan-tuhan?page=2

Wikipedia.2020.Adam Smith. Di akses tanggal 15 April 2021 jam 09.30 WIB. Link; https://id.m.wikipedia.org/wiki/Adam_Smith

 

 

Senin, 12 April 2021

[ECONOMIC FACTS] #2 : SATU-SATUNYA PROVINSI DI INDONESIA TANPA ALFAMART DAN INDOMARET

Seperti yang kita ketahui, Alfamart dan Indomaret seolah menjamur di pelosok-pelosok daerah di Indonesia. Masyarakat pun seakan tergila-gila untuk berbelanja kebutuhan di kedua minimarket itu setiap harinya. Namun, tahukah kamu? Bahwa ada satu provinsi di Indonesia yang tidak terdapat Indomaret dan Alfamart!

Sumatera Barat adalah yang menjadi satu-satunya tempat yang belum ada Alfamart ataupun Indomaret. Mengapa tidak ada Alfamart dan Indomaret di Kota Padang, Bukittinggi, Payakumbah, Padang Panjang, Painan, Pariaman, Batusangkar, dan daerah-daerah lainnya di seluruh Provinsi Sumatera Barat?

Bagi orang luar Sumatera Barat yang baru pertama kali mengunjungi tanah Minangkabau tersebut, pasti akan bertanya-tanya demikian minimal di dalam hati. Walau mungkin pada awalnya tidak menyadari, lama kelamaan seiring jauhnya atau lamanya kunjungan ke daerah Sumbar, pasti akan menyadari kondisi tersebut.

Walaupun Alfamart dan Indomaret menjamur di pelosok wilayah di Indonesia tetapi di provinsi ini Anda tidak akan menemukan dua minimarket itu. Kenapa bisa begitu? Berdasarkan penelusuran Voice Of Indonesia (VOI), Sumatera Barat tidak ada Alfamart dan Indomaret karena tidak ada izin operasi.

Alfamart dan Indomaret yang biasa kita temukan di setiap sudut kota untuk berbelanja bahan kebutuhan setiap harinya, justru dianggap mematikan para pedagang tradisional. Dari beberapa sumber menyatakan, bahwa Pemerintah Kota Padang Sumatera Barat, melakukan hal ini guna untuk meningkatkan Usaha Kecil dan Menengah (UMKM) setempat.

Diberlakukan saat kepemimpinan Mahyeldi AnsrullahBeliau memastikan tidak akan memberi izin operasi kepada jaringan waralaba Alfamart dan Indomaret untuk membuka gerainya di Kota Padang. Menurutnya, kehadiran kedua waralaba itu bisa merusak perekonomian di kemudian hari.

“Indomaret dan Alfamart tidak akan dikeluarkan izinnya karena akan merusak ekonomi daerah” tuturnya dari beberapa sumber menyatakan.

Komitmen ini membuat Sumatera Barat menolak membuka keran izin untuk waralaba Indomaret dan Alfamart. Walaupun pernah mengajukan izin namun tetap mereka tolak. Namun bukan berarti di provinsi ini tidak ada minimarket sama sekali. Di provinsi tersebut tetap ada minimarket tetapi milik perorangan, bukan sejenis waralaba. Minimarket tersebut biasa disebut toserba atau toko serba ada.

 

Sumber: 

Zuckici.Penyebab Kenapa di Sumatera Barat Tidak Ada Indomaret dan Alfamart.Zuckici.com.

https://www.zuckici.com/2020/05/penyebab-kenapa-di-sumatera-barat-tidak.html?m=1#top

 

 

Minggu, 28 Maret 2021

[ECONOMICS FACT] #1 : INDONESIA SEHAT EKONOMI PULIH


Keberhasilan program vaksinasi telah menjadi perubahan baru bagi pemulihan ekonomi nasional. ampaknya tidak hanya bagi covid-19 semata, tetapi juga menjadi penentu dalam pemulihan ekonomi di negeri ini. Keberhasilan vaksinasi dapat mempercepat pengendalian penyebaran covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional. Tetapi sebaliknya, kegagalan vaksinasi membuat covid-19 semakin tidak terkendali.

Seperti yang diketahui, bahwa kasus covid-19 di awal tahun 2020 meresahkan masyarakat baik di dalam maupun di luar negeri. Di Indonesia sendiri covid-19 menyebar dengan cepat hingga ke pelosok wilayah. Sehingga seluruh kegiatan sosial terpaksa dihentikan sementara. Hal tersebut mengakibatkan perekonomian di negeri ini menurun secara tiba-tiba. Jumlah kemiskinan bertambah, dan pengangguran pun semakin banyak.

Pada tahun 2020 perekonomian Indonesia berada di kuartal pertama dapat tumbuh 2,97%. Namun, di kuartal kedua karena Covid-19 terkontraksi turun tajam menjadi -5,32%. Kemudian, pada triwulan yang ketiga ekonomi kita tercatat mengalami perbaikan meskipun masih -3,49%. Secara konsisten kebijakan pemulihan ekonomi yang kita jalankan sudah mulai terlihat hasilnya.

Hal ini akan membuat kita semakin sulit untuk bisa segera bangkit dari keterpurukan ekonomi. Untuk itu momentum keberhasilan pelaksanaan vaksinasi sangat penting bagi akselerasi pemulihan Nasional.

Selain program vaksinasi, program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) akan tetap lanjut pada tahun 2021. Serapan anggaran untuk program yang kurang efektif perlu di evaluasi ulang untuk memperkuat program perlindungan sosial dan pemulihan sektor UMKM. Tantangan pemulihan ekonomi tentu tidak hanya dari dalam negeri semata, tetapi juga faktor dari eksternal berpengaruh terhadap perekonomian Nasional.

Keberhasilan vaksinasi juga akan membangun kepercayaan dunia internasional terhadap kondisi perekonomian nasional terutama masuknya investasi asing ke dalam negeri. Semakin cepat pemulihan perekonomian sebuah negara, semakin besar pula peluang negara mendapatkan limpahan investasi.

Sumbangsih dari para ekonomi, pelaku usaha, dan investor dalam memformulasikan kebijakan ekonomi yang paling sesuai dengan kondisi Indonesia saat ini sangat berarti. Sehingga, begitu pandemi selesai kita bisa tumbuh dengan baik. Mari kita buktikan bahwa ekonomi Indonesia di tahun 2021 lebih tinggi dari yang diperkirakan, serta lapangan kerja terbuka, dan kesejahteraan masyarakat akan meningkat. 

Sumber: 

(2021,0803).CNNIndonesiaTv.Jakarta: PTTransNewsCorpora. 

https://www.cnnindonesia.com/tv/20210308125838-411-615019/video-indonesia-sehat-ekonomi-pulih

CNBC Indonesia. "Ekonomi RI 2021 Pulih, Ini Optimisme Presiden Jokowi. _Youtobe_, diunggah oleh CNBC Indonesia, 20 Desember 2020, https://youtu.be/MV4e5yONkxQ

KOMPASTV. "OPTIMISME PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA". _Youtube_, diunggah oleh KOMPASTV, 25 Desember 2020, https://youtu.be/L-KbVY-lpXA

 

Rabu, 24 Maret 2021

Vaksinasi COVID-19 di Indonesia

Sumber: https://www.kompas.com/tren/image/2020/12/27/083200565/daftar-negara-yang-telah-mulai-vaksinasi-covid-19?page=1


Program vaksinasi COVID-19 sedang dilakukan secara nasional. Pemerintah sudah mempersiapkan program tersebut agar vaksinasi terlaksana di seluruh Indonesia sejak 13 Januari 2021. Pemerintah menargetkan setidaknya 60% penduduk Indonesia secara bertahap akan mendapatkan vaksin COVID-19 agar mencapai kekebalan kelompok (herd immunity). Salah satu vaksin yang digunakan dalam proses pelaksanaan vaksinasi COVID-19 secara nasional adalah vaksin COVID-19 AstraZeneca. Vaksin ini telah medapatkan izin penggunaan darurat dari Badan POM RI dan MUI.

Pada ruang lingkung kampus UGJ, vaksinasi COVID-19 telah dilaksanakan untuk para tenaga pengajar pada pertengahan maret lalu. Setelah tenaga pengajar, UGJ akan menggelar vaksinasi bagi para mahasiswa. Nantinya, pihak universitas akan memberikan google form untuk registrasi, kemudian pelaksanaan vaksinasi akan diserahkan kepada masing-masing fakultas. Hal ini dipersiapkan agar pembelajaran dapat dijalankan secara offline. Dengan itu, berikut informasi-informasi yang perlu diketahui untuk para mahasiswa UGJ sebelum divaksinasi.

Vaksin sendiri bukanlah obat, namun vaksin diberikan untuk meningkatkan kekebalan tubuh seseorang secara aktif agar terhindar ataupun tertular dari virus COVID-19. Cara vaksin bekerja adalah dengan merangsan pembentukan kekebalan tubuh secara spesifik terhadap virus penyebab penyakit tertentu. Sehingga apabila terpapar, seseorang akan bisa terhindar dari penularan ataupun sakit berat akibat penyakit tersebut. 

Terdapat banyak manfaat jika kamu telah divaksin COVID-19, di antaranya yaitu:

1. Sistem kekebalan tubuh semakin meningkat

2. Mencegah terkena virus COVID-19

3. Mendorong terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity)

4. Menurunkan angka yang terjerang dan kematian akibat virus COVID-19

5. Melindungi orang-orang di sekitar kita

Adapun beberapa efek umum yang terjadi setelah vaksinasi, yaitu:

1. Demam ringan

2. Sakit kepala

3. Nyeri pada bekas suntikan

4. Kelelahan

Efek-efek tersebut merupakan hal yang normal terjadi setelah divaksinasi. Efek tersebut menandakan bahwa tubuh sedang membangun perlindungan terhadap virus. Namun, terdapat cara untuk menimalisirkan efek samping, yaitu:

1. Makan terlebih dahulu

2. Tidur cukup

3. Jaga tubuh agar tetap terhidrasi

Jadi, jangan takut untuk divaksin ya! Karena manfaat vaksin COVID-19 jauh lebih banyak daripada risiko sakit apabila tidak divaksin.


Sumber:

https://covid19.go.id/

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5325788/sederet-manfaat-vaksin-covid-19-salah-satunya-menciptakan-antibodi

https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5400088/who-ungkap-efek-samping-vaksin-covid-19-apa-saja

What’s Inside Himajemen UGJ  Hayo… siapa yang kepo sama Himajemen UGJ? Yuk kepoin bareng! HIMAJEMEN UGJ          Himpunan Mahasiswa Prodi Ma...